Chat with us, powered by LiveChat

Negara-Negara Punya Penjara Khusus untuk Para Teroris

Kehadiran teroris membuat hampir semua negara makin waspada. Sistem keamanan diperketat hingga membuat penjara khusus teroris.

Teroris merupakan kejahatan luar biasa. Jika tidak dipisahkan dikhawatirkan napi teroris mempengaruhi napi lainnya.

Berikut penjara-penjara khusus teroris dengan penjagaan super ketat:

1. Penjara Teroris di Arab Saudi

Arab Saudi memiliki penjara khusus teroris bernama Penjara Al-Ha’ir dan The Prince Mohammed bin Nayef Centre. Namun penjara ini bisa dibilang berbeda dengan penjara teroris di negara lain.

Disediakan fasilitas yang ada termasuk sebuah kamar hotel bisa digunakan tahanan untuk beristirahat dan berhubungan kembali dengan sanak keluarganya.

Ada lebih dari 2.000 teroris yang berada di penjara ini, salah satunya teroris jaringan Al Qaeda.

2. Penjara Teroris di Christchurch, Selandia Baru

Penjara teroris Auckland, Paremoremo, atau yang dikenal sebagai “Parry” di Selandia Baru punya keamanan yang lebih tinggi. Penjara ini menutup akses internet, televisi, surat kabar dan radio. Keamanannya dijaga ketat selama 24 jam.

Selain itu, sel-sel penjara dibuat khusus untuk menahan serangan selama 16 jam dan jendelanya punya tiga lapis keamanan. Penjaranya juga dipasang detektor detak jantung, pintu keamanannya dipasang pemindai sidik jari dan pagar penjara lima lapis.

3. Penjara Guantanamo di Kuba

Penjara Guantanamo pernah ditutup, namun dibuka kembali oleh Presiden AS Donald Trump pada 2018 lalu. Alasannya, penjara ini diperuntukkan para teroris ISIS. Sebelumnya, penjara Guantanamo adalah komplek tahanan militer.

Penjara Guantanamo berada di Teluk Guarantamo. Di sana dibangun pangkalan Angkatan Laut AS. Di Teluk Guantanamo, dibangunlah penjara Guarantamo dengan pengamanan ekstra ketat. Guantanamo dan Kuba, mungkin cuma sebuah nama.

Salah satu pengamanan Guantanamo adalah ada 12 penjaga bersenjata lengkap untuk mengawasi satu orang tahanan.

4. Penjara Nusakambangan di Indonesia

Para teroris yang ditangkap ke Indonesia, dijebloskan ke penjara Nusakambangan. Penjara ini menerapkan sistem high risk atau keamanan napi berisiko tinggi di lapas Batu dan Pasir Putih. Status high risk ini khusus untuk napi kasus narkotika dan terorisme.

Kemudian, tiap sel, blok dan tempat strategis lain dilengkapi dengan CCTV. Tiap blok juga dilengkapi jammer yang bisa menghambat sinyal seluler yang masuk.

Lebih canggih lagi, terpasang sensor tak kasat mata setinggi 2 sampai 3 meter di empat sisi dalam tembok pagar yang jadi pembatas dengan luar pagar.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *